Jual CCTV Surabaya – Pasang CCTV Surabaya

Cara Mudah Menghafal Urutan Kabel LAN Straight dan Cross (100% Berhasil)

Cara Mudah Menghafal Urutan Kabel LAN Straight dan Cross (100% Berhasil)

Cara Mudah Menghafal Urutan Kabel LAN Straight dan Cross (100% Berhasil)

Cara Mudah Menghafal Urutan Kabel LAN Straight dan Cross (100% Berhasil)

Urutan kabel LAN Straight dan Cross, susunan warna kabel LAN, fu

Cara Mudah Menghafal Urutan Kabel LAN Straight dan Cross (100% Berhasil)

“Bro, tau nggak… Urutan kabel LAN itu ibarat nyusun resep mie ayam. Kalau bumbu dan toppingnya kebalik-balik, hasilnya bukan cuma aneh, tapi bisa bikin pelanggan kabur. Nah, di dunia jaringan komputer, kesalahan nyusun kabel itu nggak cuma bikin internet lemot, tapi kadang bikin koneksi mati total.”

Saya sudah 10 tahun jadi teknisi jaringan, dari zaman kabel UTP masih gampang nyusut kalau kepanasan, sampai sekarang modelnya makin canggih. Percaya deh, hampir 70% masalah jaringan LAN yang saya temui di lapangan itu gara-gara urutan kabel LAN yang salah.

Orang pikir semua kabel LAN itu sama—padahal bedanya seperti sandal jepit dan sepatu pantofel. Sama-sama alas kaki, tapi beda fungsi dan cara pakainya. Nah, kabel LAN juga punya jenis susunan yang beda-beda: ada urutan kabel Straight dan ada urutan kabel Cross.

Kalau kamu mau rakit sendiri kabel LAN di rumah atau kantor, atau sekadar paham biar nggak “dikerjain” tukang, artikel ini bakal jadi panduan ultimate. Kita akan bahas lengkap: dari fungsi kabel LAN, warna kabel Straight, warna kabel Cross, sampai susunan kabel LAN 4 warna yang sering bikin orang bingung.

Oh iya, kalau nanti kamu merasa, “Aduh ini kayaknya ribet, takut salah,” tenang aja… Kamu bisa langsung pakai jasa instalasi jaringan LAN dari CV. SUNO JOYO. Dijamin rapi, cepat, dan awet.

Kenapa Urutan Kabel LAN Itu Penting Banget

Saya suka bilang ke klien: “Urutan kabel LAN itu nyawanya koneksi.” Kenapa? Karena LAN itu bekerja dengan mengirim sinyal data lewat kabel tembaga kecil di dalam kabel UTP. Nah, kalau susunannya salah, sinyal itu kayak supir ojol yang dikasih alamat salah—bisa muter-muter, nyasar, bahkan nggak sampai tujuan.

1. Kecepatan Internet Tergantung dari Susunan

Pernah nggak, internet di kantor kamu lemot parah, padahal paketnya udah mahal? Salah satu biang keroknya bisa jadi urutan kabel LAN yang salah. Susunan yang tepat membuat setiap kabel bekerja sesuai fungsi, jadi transfer data maksimal.

2. Menghindari Interferensi

Kalau kabel dipasang ngawur, gangguan elektromagnetik bisa muncul. Hasilnya? Sinyal bocor, koneksi drop, bahkan bisa bikin perangkat gampang rusak.

3. Memastikan Kompatibilitas

Router, switch, dan perangkat LAN lain punya standar tertentu. Kalau urutan kabel LAN Straight dan Cross-nya nggak sesuai standar internasional (TIA/EIA-568A atau TIA/EIA-568B), siap-siap aja perangkatnya nggak mau konek.

🔗 Baca juga: Manfaat Jaringan LAN Kabel Dibandingkan WiFi – biar kamu paham kenapa kabel itu masih juara dibanding sinyal wireless.

Urutan Kabel LAN Straight & Fungsi Lengkap

Oke bro, sekarang kita masuk ke inti—urutan kabel LAN Straight.
Jenis kabel ini ibaratnya “jalan tol” yang menghubungkan dua kota besar langsung tanpa belok-belok. Dia dipakai kalau kita mau hubungkan perangkat berbeda, misalnya:

  • PC/Laptop ke Switch atau Hub

  • PC/Laptop ke Router

  • Switch ke Router

Kalau analoginya, LAN Straight itu kayak jalur antar kota yang sudah resmi, punya rambu jelas, dan semua kendaraan lewat dengan tertib.

1. Standar Urutan Kabel LAN Straight

Secara internasional, ada dua “resep” yang diakui: TIA/EIA-568A dan TIA/EIA-568B. Bedanya cuma di susunan warna, tapi fungsinya sama.

Susunan Kabel LAN Straight - CV SUNO JOYO
Susunan Kabel LAN Straight – CV SUNO JOYO

Urutan Kabel LAN Straight TIA/EIA-568A

(urutan dari pin 1 ke 8 – lihat dari ujung konektor RJ45 yang menghadap ke kita, clip di belakang)

  1. Putih Hijau

  2. Hijau

  3. Putih Oranye

  4. Biru

  5. Putih Biru

  6. Oranye

  7. Putih Coklat

  8. Coklat

Urutan Kabel LAN Straight TIA/EIA-568B

(urutan dari pin 1 ke 8)

  1. Putih Oranye

  2. Oranye

  3. Putih Hijau

  4. Biru

  5. Putih Biru

  6. Hijau

  7. Putih Coklat

  8. Coklat

2. Fungsi Tiap Warna Kabel

Kalau kamu lihat, warna-warnanya bukan cuma buat estetika atau biar nggak pusing waktu pasang. Setiap warna punya jalur komunikasi dan fungsi spesifik:

Warna Kabel Fungsi
Putih Hijau/Hijau Transmit data (TX) – kirim data keluar
Putih Oranye/Oranye Receive data (RX) – terima data masuk
Biru/Putih Biru Jalur telepon atau data tambahan (sering buat PoE – Power over Ethernet)
Putih Coklat/Coklat Ground atau jalur tambahan

3. Kapan Harus Pakai Kabel Straight

Gunakan urutan kabel LAN Straight kalau perangkat yang dihubungkan berbeda jenis.
Contoh:

  • PC ➡ Router

  • Router ➡ Switch

  • Switch ➡ PC

Kalau kamu pakai kabel Straight untuk dua perangkat yang sama, siap-siap aja koneksi bisa nggak jalan.

💡 Tips Teknis dari Senior Teknisi:
Kalau ragu pilih 568A atau 568B, sebenarnya nggak masalah mau pakai yang mana—asal kedua ujung kabelnya sama persis. Kalau ujung satu 568B, ujung satunya juga 568B.

🔗 Baca juga: Cara Crimping Kabel LAN yang Benar untuk Pemula – biar pas bikin kabel, hasilnya rapi dan koneksinya mantap.

Urutan Kabel LAN Cross & Fungsinya

Fokus Keyword: urutan kabel LAN Cross

Nah, kalau kabel Straight itu ibarat jalan tol antar kota, kabel LAN Cross ini lebih mirip jalur tikus antar kampung—unik, beda, tapi efektif kalau tahu cara pakainya.

Kabel Cross dipakai kalau dua perangkat yang dihubungkan itu sejenis. Jadi dia kayak “nyilangin jalur” antara pengirim dan penerima data biar bisa ngobrol.

Susunan Kabel LAN Cross - CV SUNO JOYO
Susunan Kabel LAN Cross – CV SUNO JOYO

1. Kapan Kabel Cross Digunakan

  • PC ke PC tanpa router/switch

  • Switch ke Switch (model lama yang belum support Auto MDI-X)

  • Hub ke Hub

  • Router ke Router

Sekarang memang banyak perangkat modern yang punya fitur Auto MDI-X (otomatis deteksi straight/cross), tapi kalau ketemu perangkat lama atau koneksi spesifik, urutan kabel LAN Cross tetap jadi penyelamat.

2. Urutan Kabel LAN Cross Standar

Kabel Cross ini pada dasarnya salah satu ujungnya pakai standar TIA/EIA-568A, dan ujung satunya pakai TIA/EIA-568B.

Ujung 1 (568A)

  1. Putih Hijau

  2. Hijau

  3. Putih Oranye

  4. Biru

  5. Putih Biru

  6. Oranye

  7. Putih Coklat

  8. Coklat

Ujung 2 (568B)

  1. Putih Oranye

  2. Oranye

  3. Putih Hijau

  4. Biru

  5. Putih Biru

  6. Hijau

  7. Putih Coklat

  8. Coklat

3. Fungsi Jalur di Kabel Cross

Kalau di Straight jalurnya “lurus”, di Cross jalurnya disilangkan di bagian TX dan RX.
Artinya:

  • Jalur kirim (TX) di ujung pertama nyambung ke jalur terima (RX) di ujung kedua.

  • Ini memastikan perangkat sejenis bisa saling mengirim & menerima data tanpa bingung.

💡 Analogi Simpel:
Bayangin kamu lagi ngobrol sama teman. Kalau dua-duanya ngomong barengan tanpa jeda, pasti berisik dan nggak nyambung. Kabel Cross itu kayak bikin mikrofon dan speaker di posisi yang pas supaya percakapan lancar.

🔗 Baca juga: Perbedaan Kabel LAN Straight dan Cross Lengkap dengan Gambar – biar nggak salah pilih kabel saat setting jaringan.

Fungsi Lengkap Tiap Warna Kabel LAN

Kalau ngomongin kabel LAN, warna-warni itu bukan sekadar biar cantik kayak pelangi di dalam konektor. Setiap warna punya peran penting di jalur komunikasi data. Dan kalau salah urut, jaringan bisa jadi “galau” alias nggak nyambung.

1. Kenapa Kabel LAN Ada 8 Warna?

Kabel LAN tipe UTP Cat5e atau Cat6 punya 8 konduktor (4 pasang kabel) dengan kode warna tertentu. Warna ini mengikuti standar internasional supaya teknisi di seluruh dunia bisa “ngobrol” dalam bahasa yang sama saat crimping.

2. Pasangan Warna dan Fungsinya

Setiap pasangan punya fungsi utama, terutama di jaringan Ethernet 10/100 Mbps dan 1 Gbps.

Pasangan 1 – Putih Oranye & Oranye

  • Fungsi: Transmit Data (TX+) & (TX−)

  • Ibaratnya ini “jalur tol” buat ngirim data keluar.

Pasangan 2 – Putih Hijau & Hijau

  • Fungsi: Receive Data (RX+) & (RX−)

  • Jalur yang dipakai buat menerima data dari perangkat lain.

Pasangan 3 – Putih Biru & Biru

  • Fungsi: Di Ethernet 100 Mbps biasanya idle, tapi di telepon atau PoE bisa jadi jalur suplai daya.

  • Kalau di Gigabit Ethernet, ikut dipakai transfer data.

Pasangan 4 – Putih Coklat & Coklat

  • Fungsi: Sama seperti pasangan biru, biasanya idle di 100 Mbps tapi aktif di 1 Gbps atau untuk PoE.

💡 Catatan Penting:
Di jaringan Gigabit Ethernet, semua 4 pasangan ini dipakai untuk transfer data. Jadi jangan mikir “yang ini nggak penting” — kalau salah crimping, koneksi bisa drop dari 1 Gbps jadi 100 Mbps.

3. Kenapa Urutan Warna Harus Tepat?

Urutan warna itu memastikan polaritas dan pasangan twisted terjaga. Twisted pair bukan sekadar lilitan kabel estetik, tapi untuk mengurangi interferensi dan menjaga sinyal tetap stabil. Salah pasang = sinyal bisa bocor.

📌 Baca juga: Manfaat Jaringan LAN Kabel Dibandingkan WiFi – biar makin yakin kalau kabel itu masih jadi raja kestabilan internet.

🔗 Link ke Sosial Media CV. SUNO JOYO: https://linktr.ee/pasangcctvpro – follow untuk update tips jaringan dan promo instalasi LAN.

Susunan Kabel LAN 4 Warna & Fungsinya

Kalau kabel LAN biasanya punya 8 kabel inti dengan warna berbeda, kenapa ada yang pakai cuma 4 warna saja? Jawabannya: karena di Ethernet 100 Mbps (Fast Ethernet), yang dipakai cuma 2 pasang kabel (4 inti). Jadi kalau mau hemat atau kabelnya kepotong, kita masih bisa pakai metode ini.

Tapi ingat… ini bukan solusi untuk semua kasus, terutama kalau targetnya Gigabit Ethernet.

1. Urutan Kabel LAN 4 Warna – T568B (Metode Hemat)

Untuk 4 warna, urutannya biasanya diambil dari standar T568B, yaitu:

  1. Putih Oranye → TX+

  2. Oranye → TX−

  3. Putih Hijau → RX+

  4. Hijau → RX−

Sisanya (biru, putih biru, coklat, putih coklat) dibiarkan tidak terpakai.

2. Kapan Metode 4 Warna Dipakai?

  • Instalasi sementara: Kabel lama tapi cuma butuh koneksi internet basic.

  • Penghematan kabel: Misalnya mau pakai satu kabel UTP untuk 2 koneksi LAN (dibagi).

  • Perbaikan darurat: Ada kabel putus di tengah, tapi masih ada 4 core yang utuh.

3. Kekurangan Metode 4 Warna

  • Tidak support kecepatan 1 Gbps.

  • Tidak cocok untuk PoE (Power over Ethernet) yang butuh jalur daya ekstra.

  • Risiko gangguan lebih tinggi karena 2 pasang kabel idle nggak dipakai sebagai shielding tambahan.

💡 Tips Teknis
Kalau memang mau pakai metode 4 warna, pastikan twist pada pasangan kabel tidak dibuka terlalu panjang. Maksimal 1,5 cm dari ujung RJ45, supaya sinyal tetap stabil.

📌 Referensi Teknis:
Kalau mau paham lebih dalam tentang beda 4 warna vs 8 warna, baca artikel Perbedaan Kabel LAN 4 Warna dan 8 Warna di website CV. SUNO JOYO.

Standar T568A vs T568B: Mana yang Harus Dipakai?

Kalau ngomongin kabel LAN, ada dua standar internasional untuk urutan kabel straight dan cross: T568A dan T568B. Bedanya bukan di performa, tapi di urutan warna kabel di dalam konektor RJ45.

1. Urutan Kabel Straight dan Cross

  • Straight → Kedua ujung kabel sama standarnya (A–A atau B–B). Dipakai untuk sambungan PC ke Switch/Hub atau Router ke Switch.

  • Cross → Satu ujung T568A dan ujung lainnya T568B. Dipakai untuk PC ke PC atau Switch ke Switch (tanpa port uplink).

2. Tabel Perbandingan Urutan Warna

Pin T568A T568B
1 Putih Hijau Putih Oranye
2 Hijau Oranye
3 Putih Oranye Putih Hijau
4 Biru Biru
5 Putih Biru Putih Biru
6 Oranye Hijau
7 Putih Coklat Putih Coklat
8 Coklat Coklat

3. Warna Kabel Straight

Kalau pakai T568B untuk straight, urutannya:

  1. Putih Oranye

  2. Oranye

  3. Putih Hijau

  4. Biru

  5. Putih Biru

  6. Hijau

  7. Putih Coklat

  8. Coklat

4. Warna Kabel Cross

Satu ujung T568A, satu ujung T568B. Hasilnya, jalur transmit di satu ujung bertemu dengan jalur receive di ujung satunya. Ini yang bikin PC bisa saling kirim data langsung tanpa alat tambahan.

💡 Tips Teknis
Kalau instalasi jaringan baru, pilih salah satu standar (biasanya T568B lebih populer di Indonesia) dan konsisten di semua titik. Jangan campur aduk antara A dan B kalau bukan untuk kabel cross, karena bikin bingung di troubleshooting.

📌 Referensi Lanjut:
Kalau mau lihat ilustrasi lengkapnya, bisa cek di artikel Manfaat Jaringan LAN Kabel Dibandingkan WiFi dari CV. SUNO JOYO.

Fungsi Kabel Cross dalam Dunia Networking

Pernah nggak, kamu lagi di lapangan, bawa dua laptop, terus mau pindah data super cepat tanpa WiFi, tanpa flashdisk, tanpa ribet? Nah, di sinilah fungsi kabel cross beraksi.

1. Kenapa Kabel Cross Itu Penting?

Kabel cross itu ibaratnya “jalan tikus” buat data. Kalau kabel straight seperti jalan raya yang lewat router atau switch, kabel cross langsung tembus dari satu PC ke PC lainnya.

  • Hemat alat – nggak perlu switch/hub

  • Transfer cepat – langsung point-to-point

  • Simpel – cukup colok, setting IP, langsung kirim file

2. Contoh Kasus di Lapangan

🔧 Pengalaman teknisi 10 tahun – Pernah suatu hari saya diminta transfer database super besar dari server lama ke server baru. Jaringan kantor lagi error karena switch mati total. Solusinya? Saya keluarkan kabel cross dari tas, colokkan langsung server lama ke server baru, set IP manual, dan boom! data jalan dengan kecepatan gigabit. Bos yang tadinya panik langsung senyum lebar.

3. Perbedaan Teknis dengan Kabel Straight

  • Straight → TX (transmit) ketemu RX (receive) lewat alat perantara.

  • Cross → TX dan RX langsung disilang di kabel, jadi bisa ngobrol langsung.

4. Kapan Harus Pakai Kabel Cross?

  • PC ↔ PC (tanpa switch)

  • Laptop ↔ Server (point-to-point)

  • Switch ↔ Switch (tanpa uplink port)

  • Router ↔ Router

💡 Catatan Teknis Penting
Sekarang banyak perangkat sudah mendukung auto-MDI/MDIX, artinya walau pakai kabel straight, dia otomatis mendeteksi dan mengubah jalur. Tapi untuk troubleshooting, teknisi pro tetap bawa kabel cross di tas, karena nggak semua perangkat jadul punya fitur itu.

Langkah Membuat Kabel LAN Sendiri

Bikin kabel LAN itu mirip bikin mie instan — kelihatannya gampang, tapi kalau salah urutan, hasilnya nggak bakal “nyambung” ke perangkat.

1. Siapkan Alat dan Bahan

Sebelum mulai, pastikan kamu punya:

  • Kabel UTP (Cat5e atau Cat6)

  • RJ-45 connector

  • Crimping tool

  • Cable tester (opsional, tapi wajib buat teknisi pro)

  • Gunting atau cutter kecil

2. Tentukan Mau Kabel Straight atau Cross

  • Kabel Straight → untuk PC ke switch/router

  • Kabel Cross → untuk PC ke PC atau switch ke switch

💡 Ingat, urutan kabel straight dan cross beda di susunan warnanya.

3. Potong dan Kupas Kabel

Potong kabel sesuai panjang yang dibutuhkan. Kupas jaket luar kabel sekitar 2–3 cm, hati-hati jangan sampai melukai serabut tembaga di dalamnya.

4. Urutkan Warna Sesuai Standar

  • Standar T568A

    1. Putih-hijau

    2. Hijau

    3. Putih-oranye

    4. Biru

    5. Putih-biru

    6. Oranye

    7. Putih-cokelat

    8. Cokelat

  • Standar T568B

    1. Putih-oranye

    2. Oranye

    3. Putih-hijau

    4. Biru

    5. Putih-biru

    6. Hijau

    7. Putih-cokelat

    8. Cokelat

📌 Straight → kedua ujung pakai standar yang sama (T568B paling umum di Indonesia).
📌 Cross → satu ujung T568A, satu ujung T568B.

5. Luruskan dan Potong Rapi

Setelah diurutkan, luruskan kabelnya lalu potong rata sekitar 1,5 cm dari jaket luar.

6. Masukkan ke RJ-45

Masukkan kabel ke dalam konektor RJ-45 dengan posisi pengunci di bawah, pastikan urutannya tetap benar. Dorong sampai mentok.

7. Crimping

Gunakan crimping tool untuk mengunci pin RJ-45. Pastikan semua pin tertekan sempurna.

8. Tes Kabel

Gunakan cable tester untuk memastikan urutan kabel straight dan cross sesuai, tidak ada yang putus atau short.

💡 Tips Teknisi Senior:

  • Jangan kupas terlalu panjang, supaya lilitan kabel tetap utuh dan sinyal nggak bocor.

  • Kalau sering dipakai di luar ruangan, pakai kabel outdoor (dengan lapisan pelindung UV dan anti-air).

  • Simpan sedikit stok kabel di tas teknisi — siapa tahu ada klien yang minta dadakan.

🔗 Baca juga:

Susunan Kabel LAN 4 Warna

Buat kamu yang baru belajar, normalnya kabel LAN UTP punya 8 inti kabel (4 pasang twisted). Tapi di beberapa kasus, kita bisa tetap bikin koneksi jaringan hanya dengan 4 kabel saja — biasanya untuk kecepatan 10/100 Mbps (bukan gigabit).

Kenapa bisa? Karena jaringan Fast Ethernet (100 Mbps) cuma pakai 2 pasang kabel:

  • Pasangan TX (Transmit) → mengirim data

  • Pasangan RX (Receive) → menerima data

1. Kombinasi Warna untuk 4 Kabel

Kalau mengacu ke standar T568B, yang dipakai hanya:

  1. Putih-oranye (Pin 1)

  2. Oranye (Pin 2)

  3. Putih-hijau (Pin 3)

  4. Hijau (Pin 6)

Jadi, urutan kabel LAN 4 warna adalah:

Pin 1: Putih-oranye
Pin 2: Oranye
Pin 3: Putih-hijau
Pin 6: Hijau

Pin lainnya (4, 5, 7, 8) dibiarkan kosong atau dipotong.

2. Kapan Dipakai?

  • Saat darurat di lapangan (stok kabel terbatas)

  • Untuk perangkat lama yang cuma butuh 100 Mbps

  • Menghemat kabel di jalur yang tidak butuh transfer data tinggi

💡 Catatan teknisi pro: Untuk kecepatan gigabit (1000 Mbps), wajib pakai semua 8 kabel aktif.

3. Cara Membuatnya

  1. Kupas jaket luar kabel sekitar 2–3 cm

  2. Pilih dan urutkan hanya 4 kabel sesuai urutan di atas

  3. Luruskan, potong rata, lalu masukkan ke RJ-45 (pin kosong tetap ada lubangnya, tapi tidak diisi kabel)

  4. Crimping dan tes koneksi

4. Kelemahan Kabel LAN 4 Warna

  • Tidak bisa gigabit speed

  • Lebih rentan noise

  • Tidak cocok untuk jaringan jarak jauh

📌 Tips Lapangan: Kalau kamu teknisi, selalu jelaskan ke klien kalau ini solusi sementara. Jangan sampai dianggap permanen, karena nanti mereka akan komplain “kok internetnya nggak ngebut”.

Kenapa Harus Gunakan Jasa Instalasi Kabel LAN Profesional?

1. Bukan Sekadar Colok-Colok Kabel

Banyak orang berpikir, “Ah, pasang kabel LAN itu gampang, tinggal colok RJ-45 ke konektor.”
Padahal, teknisi yang sudah 10+ tahun di lapangan tahu betul bahwa instalasi jaringan itu seperti membangun jalan tol data — harus rapi, aman, dan tahan lama.

Salah sedikit saja di urutan kabel, kualitas crimping, atau penempatan jalur, bisa bikin:

  • Internet putus-nyambung

  • Kecepatan drop parah

  • Kabel cepat rusak karena tarikan atau gigitan tikus

2. Instalasi Profesional = Investasi Jangka Panjang

Kalau kamu hire jasa instalasi profesional, kamu dapat:
Pengukuran jalur & panjang kabel supaya rapi dan efisien
Pemilihan kabel berkualitas sesuai kebutuhan (Cat5e, Cat6, Cat6a)
Standar urutan kabel sesuai TIA/EIA
Pemasangan yang estetik & aman dari gangguan fisik atau listrik
Garansi pekerjaan — kalau ada masalah, tinggal telpon, nggak keluar biaya lagi

3. Bayangkan Kalau Pasang Sendiri Tanpa Pengalaman

Mungkin awalnya kamu merasa hemat.
Tapi, kalau setelah sebulan internet drop, koneksi lemot, dan kamu panggil teknisi, ujung-ujungnya:

  • Bayar jasa perbaikan

  • Bongkar jalur yang sudah dipasang

  • Beli kabel baru
    💸 Biaya jadi dua kali lipat.

4. Studi Kasus di Lapangan

Saya pernah dipanggil klien di Sidoarjo yang pasang LAN sendiri pakai kabel murah, tanpa memperhatikan urutan kabel LAN yang benar. Awalnya jalan, tapi dua minggu kemudian koneksi cuma 1–2 Mbps padahal paket internetnya 50 Mbps. Setelah dicek, semua urutannya kacau dan banyak crimping yang longgar.

Akhirnya mereka minta saya pasang ulang. Biaya totalnya? Lebih mahal 40% daripada kalau mereka langsung pakai jasa saya dari awal.

5. Jangan Judi dengan Koneksi

Internet itu sekarang seperti listrik — mati sebentar saja bisa bikin aktivitas macet total.
Jadi, kalau mau koneksi yang stabil, cepat, dan awet, percayakan ke teknisi jaringan yang paham dan berpengalaman.

💬 Mau jaringan LAN di rumah atau kantor yang rapi, cepat, dan tahan lama?
CV SUNO JOYO siap membantu:
📞 0822-3457-6754
🌐 www.sunojoyo.com

Bagikan :